Pilih
PLN atau PLTMH?. Penduduk Desa Lubuk Tajau dalam situasi sulit untuk
menentukan pilihan. Hal ini terungkap dalam pertemuan musyawarah desa yang
difasilitasi oleh Tim Lembaga Energi Hijau (LEH). Keinginan yang begitu
kuat untuk mendapatkan listrik murah membuat penduduk desa berupaya
dengan segala cara. Maklum selama ini mereka mengandalkan listrik pada genset tenaga diesel berbahan bakar solar yang mahal dan sulit di dapatkan di desa. Selain menggandeng LEH untuk mencari donatur bagi
pembangunan PLTMH di desa, mereka juga mengajukan proposal kepada PLN
agar Lubuk Tajau segera dialiri listrik. Alhasil ketika Tim
menyampaikan bahwa proposal PLTMH mereka disetujui pendanaannya
oleh Global Environment Facility Small Grants Programme (GEF SGP)
Indonesia, tidak serta merta menggembirakan. Pasalnya beberapa
hari sebelum pertemuan telah datang ke desa mereka pihak yang
menjanjikan dapat mendatangkan listrik PLN. Hanya dengan mengumpulkan
KTP dan uang untuk penyambungan listrik ke rumah, maka kabel listrik PLN
segera ditarik ke desa dan lampu akan menyala. Pendapat peserta
pertemuan terbelah antara memilih PLTMH atau PLN. Sebab dua-duanya punya
kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Alhasil
diambil keputusan pertemuan ditunda 1 (Satu) minggu untuk memberikan
kesempatan penduduk desa menentukan pilihan secara bulat. Beberapa dari
mereka akan meninjau PLTMH di daerah terdekat yang sudah pernah
difasilitasi pembangunannya oleh LEH. Sementara yang lain akan meminta
kepastian pihak PLN kapan listrik masuk desa.
Seluruh peserta musyawarah setuju PLTMH
Pertemuan
musyawarah desa berikutnya yang dilaksanakan pada awal Januari 2014 segera mendapatkan
jawaban yang bulat. Disebabkan karena belum ada kepastian dari PLN
masuk desa bahkan dalam satu tahun ke depan, ditambah kesaksian dari mereka yang
berkunjung ke PLTMH terdekat, maka seluruh peserta pertemuan yang
berjumlah 93 orang secara bulat menyepakati memilih PLTMH. Kesepakatan
untuk memilih PLTMH disadari berbuah konsekuensi. Maka agenda pertemuan
selanjutnya adalah 'review ' komitmen swadaya yang sudah mereka
tuangkan dalam proposal PLTMH sebelumnya. Material lokal seperti batu
dan pasir langsung dibagi kubikasinya masing-masing KK untuk pengadaanya. Sementara
pihak desa akan menyiapkan dana untuk pembelian generator, semen dan
kabel sekunder. Uang untuk titik lampu dalam rumah akan ditanggung
masing-masing KK. Pengumpulan uang dilakukan secara bertahap. Dana
hibah dari GEF SGP Indonesia sebagian besar dialokasikan untuk turbin,
pipa pesat dan kabel primer.
Menandatangani Berita Acara Musyawarah
Pada musyawarah kali ini turut disosialisasikan bahwa program yang diusung oleh LEH bertujuan meningkatkan
kapasitas masyarakat dalam pengembangan energi terbarukan terapan yang
mendukung upaya pengelolaan hutan secara lestari dan peningkatan ekonomi
masyarakat setempat. Adapun kegiatannya meliputi :
- Mengembangkan energi terbarukan melalui PLTMH Penguatan kapasitas badan pengelola dan badan pengawas PLTMH
- Memperkuat kapasitas masyarakat dalam pengelolaan hutan lestari
- Meningkatkan kapasitas dan ekonomi masyarakat penerima manfaat.
Sementara hasil yang diharapkan adalah :
- Keberadaan hutan di sekitar desa dapat dikelola secara lestari dan mendukung penyediaan air bersih, udara yang segar, sumber energi dan pemanfaatan hasil hutan lainnya secara ekonomis dan berkelanjutan.
- Potensi sumber daya air yang ada disekitar hutan setempat dapat dikelola menjadi energi listrik bagi masyarakat setempat secara berkesinambungan .
- Energi terbarukan yang dikelola masyarakat dapat mendukung peningkatan ekonomi dan produktivitas masyarakat setempat.
Tentunya seluruh peserta berharap program ini dapat direalisasikan sesuai rencana. Aamiin.






