Sabtu, 24 Desember 2011

Lampu Botol Tenaga Surya Untuk Masyarakat Tidak Mampu Dari Filipina

Lampu Botol Tenaga Surya!. Anda jangan tertawa dengan judul di atas. Memang sedikit aneh karena anda mungkin belum pernah mendengarnya. Lampu botol tenaga surya bukanlah lampu dengan teknologi mutakhir yang melibatkan panel surya (solar cell) atau benda-benda listrik lainnya. Lampu tersebut ternyata adalah lampu yang menyala terang di tempat gelap dengan sumber cahaya matahari (siang hari).

Pertama kali "teknologi" ini ditemukan di Brazil oleh Alfredo Mozer beberapa tahun lalu dan kini Filipina sedang mengembangkan konsep ini dibawah sebuah organisasi yang bernama Isang Litrong Linawag

Di berbagai negara berkembang, terutama di wilayah perkampungan yang sudah sangat padat, dimana tidak ada lagi jarak antar rumah, membiarkan sinar matahari masuk ke dalam rumah melalui jendela adalah hal yang sangat tidak memungkinkan. Padahal sinar matahari ini sangat bermanfaat selain sebagai penerangan juga bagi kesehatan.

Meski lampu tersebut hanya bisa menyala selama matahari bersinar, artinya pada siang hari dan tidak tertutup mendung, setidaknya bagi masyarakat tidak mampu hal tersebut sudah sangat berarti. Mereka tidak perlu mengeluarkan biaya operasional dan pemeliharaan

Dengan memanfaatkan konsep ini anda sudah melakukan sesuatu yang baik untuk Bumi, yaitu pemanfaatan kembali botol plastik. Sudah saatnya pula Indonesia ikut memanfaatkan teknologi sederhana ini.

Bagaimana cara membuat lampunya?
Pertama-tama anda siapkan bahan-bahannya, yaitu:
  • Botol PET* bekas air mineral (penjelasan PET)
  • Plat logam yang biasanya digunakan untuk atap (biasa disebut "seng")
  • Lem silikon atau lem yang tahan panas dan cuaca
  • Bleach atau bahan yang digunakan untuk pemutih pakaian
  • Air murni atau air mineral
Langkah-langkah pembuatannya sebagai berikut:
Potong plat yang sudah anda siapkan tadi sekitar 9 x 10 inchi dengan gunting khusus untuk logam. Bahan ini bisa dengan mudah anda dapatkan di toko material. Alangkah lebih baik jika anda menggunakan plat bekas yang sudah tidak terpakai lagi. Jangan pernah memotong plat logam dengan kunting kertas, karena akan merusak gunting itu sendiri.
 
Buatlah 2 buah gambar lingkaran dengan perbedaan besar lingkaran sekitar 1-2cm. Ukuran lingkaran dalam kira-kira seukuran dengan diameter botol yang akan digunakan, karena nantinya botol akan dimasukkan ke lubang itu. Potong lingkaran pada sisi dalam. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar.



 
Setelah lingkaran bagian dalam terpotong, buatlah potongan-potongan keluar dengan jarak antar potongan sekitar 1cm. Dengan catatan tidak boleh melebihi garis terluar.




Amplas botol bekas air minum yang sudah anda siapkan. Jangan lupa untuk melepas labelnya. Alasan botol diamplas adalah agar mempermudah proses penempelan.








Masukan botol yang sudah diamplas tadi ke dalam lubang plat yang sudah anda siapkan dengan perbandingan 1/3 ukuran botol untuk sisi yang ada tutupnya (sisi bawah botol lebih masuk). Kemudian oleskan lem dikitar lubang. Oleskan pada dua sisinya agar kualitas daya rekatnya bagus dan terhindar dari kebocoran.




Setelah lem kering, langkah selanjutnya adalah isi botol dengan air mineral hingga hampir penuh kemudian tuangkan sekitar satu tutup botol bleach ke dalamnya.





Lampu botol anda sudah siap digunakan. Sekarang tinggal proses instalasinya. Lampu botol ini setara dengan lampu 55watt.









Untuk proses instalasinya fleksibel dan menurut kebutuhan dan kondisi ditempat anda. Yang harus anda lakukan secara garis besar adalah membuat lubang seukuran botol juga di bagian atap yang ingin dipasangi lampu ini.


Tempatkan perangkat lampu botol anda diatas atap berlubang tadi. Kemudian gunakan paku atau baut untuk mengencangkan sisi-sisi plat lampu botol dengan bagian atap anda.


 Langkah selanjutnya adalah memberi lem disekitar sambungan tadi, agar saat hujan turun air tidak masuk kesela-sela lubang atap anda. Pastikan semua tertutup rapat dengan lem.
Langkah terakhir adalah memberi lem pada tutup botol.










Demikianlah penerapan teknologi sederhana ramah lingkungan yang sudah menerangi jutaaan manusia. Sekarang giliran anda berbagi dengan orang-orang di sekitar anda supaya mereka mendapat penerangan juga tanpa harus memasang lampu dan menyalakan listrik di siang hari. Kita bisa lebih berhemat dan mengurangi emisi CO2.

Narasumber : BumiHijau

34 komentar:

  1. bagus sekali...terimkasih om

    BalasHapus
  2. emang bisa nyalah om???,,, gambarnya yang di buat ama yang di gantung kok bedaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mas dhajal capeng : Gambar yang dibuat dan yang digantung adalah sama. Lampu memang tidak dinyalakan oleh listrik, namun hanya memanfaatkan bias sinar matahari. Sehingga hanya berfungsi pada siang hari saja. Namun sangat berguna bagi mereka yang tinggal di daerah padat kumuh.

      Hapus
  3. Mas mau tau donk kenapa lampunya bisa nyala?persamaan reaksinya apa atau prinsip kerjanya gimana?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mbak Sara yang baik. Lampu menyala maksudnya hanyalah berpendar. Jadi prinsip kerjanya hanyalah meneruskan bias sinar matahari ke dalam rumah melalui media air di dalam botol. Teknologi yang sangat sederhana dan cocok diterapkan di daerah kumuh, dimana rumah-rumah sangat padat dan tdk mempunyai jendela yg cukup utk menyadap sinar matahari. Hebatnya, 'lampu' ini mempunyai terang yang setara dengan lampu 55 watt.

      Hapus
  4. mas aku udah nyobain tapi kurang cahayanya... kira-kira ukuran botol sama jenis bleach nya ngaruh gak ya? sara pakenya bleach di warung2 + botolnya yang botol kecil

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mbak Sara yang baik. Terima kasih telah mencoba untuk membuat lampu sendiri. Ukuran botol yang disarankan adalh botol ukuran cocacola 2 liter, agar dapat menyerap cahaya dengan bidang tangkap dan bidang pendar yang luas. Untuk bleach boleh apa saja koq, tujuannya hanya agar air tidak berlumut nantinya yang dapat menyebabkan dinding botol menjadi buram.
      Intensitas cahaya juga didukung oleh kondisi cuaca dan kondisi ruang yang tertutup. Selamat mencoba dan sem0ga berhasil.

      Hapus
  5. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

    BalasHapus
  6. oh gitu mas... ya udah.. makasih yaaa. ^0^

    BalasHapus
  7. sy kira bisa nyimpen energi mataharinya buat malem, harus terkena langsung sinar matahari ya ujung atasnya? klo lg mendung redup pula lampunya? hmm musti mkir2 dl ngerombak atap kamar mandi donk...nice share gan...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul massss..... lampu botol ini hanyalah pengganti lampu yang harus dinyalakan pada siang hari, karena ruang yang kurang cahaya matahari. Lumayan kan untuk mengirit listrik.

      Hapus
  8. saya mau tanya bahan bleach yang ditambahkan ke botol itu apa ya/?? sejenis pemutih atau apa?

    terimakasih
    very nice info

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih sudah bertandang ke energi hijau. Benar massss..... Bleach yang dimasukkankan ke dalam botol adalah pemutih pakaian yang mudah di dapat di warung-warung. Tujuannya adalah untuk mencegah tumbuh jamur di dalam air kelak yang dapat menghalangi sinar matahari.

      Hapus
  9. Kira-kira perlukah nanti mengganti larutan dalam botol tersebut???
    Wah klo ganti bisa repot juga nih.......

    BalasHapus
  10. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

    BalasHapus
  11. mas dilihat dari gambarnya nyalanya seperti neon,,atau... warnanya putuh clear seperti air terkena bisa matahari

    BalasHapus
  12. wah keren........???
    makasih ni infonya, wawasan ane jadi bertambah nih,,,

    BalasHapus
  13. sangat berguna bg penjaga tambak ikan ....bisa dipasang di gubug atau dipajang sekeliling areal tambak...

    BalasHapus
  14. jadi lampu ato cuma meneruskan cahaya dari matahari aja ?

    BalasHapus
  15. kalau sengnya itu apakah bisa diganti dengan bahan yang lain?

    BalasHapus
  16. ko susah banget ya .........kenapa ga pake atap yang transparan atau yang buram (banyak Jenis contoh Poli karbonat) malahan itu cukup terang dan terangsekali menurut saya.....lebih sangat efektif bila menggunakan atap tersebut.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sekali mas rief sheil. Namun bagi masyarakat tidak mampu lebih mudah dan murah mendapatkan sebuah botol plastik bekas ketimbang membeli 10 meter persegi atap poli karbonat misalnya. Terima kasih sharenya. Salam Hijau.

      Hapus
  17. Mantab,Gan..semisal air nya kita kasih pospor ato zat lain yang bisa nyimpan cahaya...kira-kira bisa nyala pada waktu malam gag ya...?

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener tuh gan, kalo bisa nyimpan cahaya dan dipake malem hari pastinya akan lebih bnyak manfaatnya dan tidak terbatas pada kawasan pdat saja, kan bisa dipake juga misalnya diperkampungan atau taman2 kota.

      Hapus
  18. berarti ini menyangkut permasalahan fisika, tentang pembiasan cahaya yaa? adakah yang menyangkut tentang permasalahan kimia nya kak? tentang reaksi antar air dengan pemutihnya, selain agar tidak ada lumut pada botol tsb,,,
    Mohon bantuannya,,

    BalasHapus
  19. good idea.. ini namanya energi pintar.... apalagi untuk daerah yang belum masuk listrik

    BalasHapus
  20. saya juga sudah mencobanya, sangat efisien hasilnya..!

    BalasHapus
  21. tapi gak tahan lama kan pasti nanti air nya berlumut.....
    jd gelab donk

    BalasHapus
  22. kalo rumahnya berplafon bgmn?

    BalasHapus
  23. ini hanya bisa di buat siang??

    BalasHapus
  24. Mantap gan hasilnya..mksh..

    BalasHapus